Showing posts with label Just Info. Show all posts
Showing posts with label Just Info. Show all posts

Sunday, 12 June 2011

Computex 2011 Booth Raid: Serba Game di Thermaltake

Booth Thermaltake, Nangang Exhibition Center, lt.4, sisi depan,

Booth Thermaltake sisi samping

Gaming device mendapatkan highlight dan section khusus di booth Thermaltake

Shock Spin HD: headphone gaming 7.1 surround terbaru milik Thermaltake. Driver 50 mm, microphone dapat dilepas jika sedang tidak digunakan.


Meka Keyboard

Meka Keyboard adalah mechanical keyboard versi lebih kecil dari meka-G1 milik Thermaltake. Menurut sumber dari Thermaltake, keyboard dengan bentuk kecil ini lebih cocok digunakan pemain game RTS. Dengan keyboard kecil ini, jari-jari tangan tidak perlu merenggang terlalu jauh untuk menjangkau tombol.
Meka Keyboard dibuat dengan Cherry Black Switch yang terkenal memiliki feedback yang bagus. Meka Keyboard diluncurkan di CeBit tahun lalu. Spesifikasinya: 1000Hz polling rate, full speed USB, dan anti ghosting design.

Meka Keyboard

Meka G-Unit

Meka G-Unit adalah keyboard gaming terbaru dari Thermaltake yang dilengkapi 60 tombol macro. Thermaltake menyediakan 12 tombol macro, namun dapat di-assign ke 5 group. Seperti halnya Meka Keyboard, Meka G-Unite menggunakan Cherry Black Switch. Feature lain yang menarik adalah LED-illuminated. Dengan adanya feature ini, tombol-tombol yang dipakai di satu jenis game tertentu akan diterangi LED di belakangnya. Misalnya di game FPS, tombol WSAD akan menyala. Meka G-Unite baru diluncurkan di Computex 2011 tahun ini.

Meka-G Unit

Gaming Bag

Selain gaming device, kami menemukan produk unik lagi yang ditawarkan oleh Thermaltake, Gaming Bag. Produk tas ini ditujukan untuk pemain game yang mobile, sering berganti-ganti tempat bermain game sambil membawa peralatan gamingnya. Tas ini memiliki banyak kompartemen, baik internal maupun eksternal. Di dalamnya, pengguna dapat membawa bermacam alat gaming termasuk headphone, keyboard, mouse. Namum, tas ini tidak dapat diisi oleh casing
Tas ini pun dapat berubah menjadi koper dengan membuka rolled flap yang digulung di bagian atas. Buka, kemudian tutup shoulder straps, dan tas ini pun berubah menjadi koper yang dapat dibawa menggunakan handle yang disediakan.
Thermaltake belum memberikan harga yang pasti untuk tas ini, namun menurut mereka, harga tas ini relatif murah dan terjangkau untuk para gamer.

Gaming Bag bagian depan

Gaming Bag bagian belakang

Gaming Bag saat dipakai

Dapat diubah menjadi koper


Sumber:jagatreview.com
Read more »

Berkunjung ke Pabrik Motherboard Gigabyte


Pada hari ketiga Computex 2011, tim JagatReview memilih untuk menelusuri NanGang agar kami dapat menyajikan berita mengenai booth yang ada disana kepada Anda. Akan tetapi, atas undangan Gigabyte, saya sendiri harus mengunjungi pabrik Gigabyte yang terletak di Nan-Ping, Taiwan. Saat itu, cuaca sedang cerah dengan angin yang berhembus cukup kencang. Pihak Gigabyte pun meminta saya agar menunggu di lobby depan gedung Taipei 101.
Tepat pada jam 14.00 waktu Taiwan, saya beserta rombongan media lainnya memasuki sebuah bis yang akan mengantarkan kami ke Nan-Ping. Jarak antara Taipei dengan Nan-Ping memang tidak dekat. Perjalanan harus ditempuh dengan waktu sekitar satu jam. Itu pun saat keadaan jalan tidak macet.

Pintu masuk gedung pabrik Gigabyte.

Sesampainya di sana, udara yang dirasakan berbeda dari Taipei. Udara di Nan-Ping ternyata lebih sejuk dibandingkan dengan Taipei. Padahal, bisa dikatakan bahwa udara yang ada di Taipei sama seperti udara yang ada di pedesaan Indonesia. Kami pun bergegas memasuki pabrik Gigabyte.

Miniatur pabrik Gigabyte yang terbuat dari komponen motherboard.
Setelah para media masuk ke ruang lobby Gigabyte, kami langsung melihat adanya miniatur dari pabrik Gigabyte tersebut. Setelah dilihat dengan seksama, ternyata miniatur tersebut terbuat dari beberapa komponen motherboard. Komponen-komponen tersebut seperti heatsink, slot PCI, slot PCI express, slot RAM, CD, dan lain sebagainya. Cukup kreatif, bukan?

Masker? Memangnya siapa yang sakit?

Belum puas melihat miniatur tersebut, tiba-tiba salah seorang karyawan pabrik tersebut membagikan sesuatu. Saat benda tersebut berada ditangan saya, saya langsung menyadari kalau benda tersebut ternyata adalah sebuah masker! Sempat terdengar dari salah satu peserta rombongan berkata, “Buat apa masker ini?”.

Ternyata benda tersebut bukanlah sebuah maskser, melainkan alas sepatu.
Ternyata benda tersebut bukanlah sebuah masker. Benda tersebut adalah sebuah alas kaki agar debu dari luar pabrik tidak masuk ke dalam. Hal ini demi menjaga agar pabrik tersebut terbebas dari debu. Debu tentu dapat mengganggu sebuah proses produksi, misalnya saat produksi motherboard yang sedang berlangsung.

Lift untuk menuju ke ruang pertemuan, 

Daftar lantai pada pabrik Gigabyte.

Setelah menggunakan alas sepatu tersebut, kami langsung dipandu ke lantai delapan yang sebenarnya merupakan tempat untuk diadakannya konferensi dan pelatihan. Kami dibawa ke lantai tersebut karena salah seorang perwakilan dari Gigabyte, Mr. Herbert Fan, akan memperkenalkan secara lisan mengenai pabrik Gigabyte. Menurut Herbert Fan, saat ini Gigabyte telah memiliki empat buah pabrik. Dua di antaranya berada di Taiwan, yaitu Nan-Ping dan Ping-Jen. Dua lainnya terletak di negara China yang terletak di daerah Ning-Bo dan Dong-Guan.

Herbert Fan, perwakilan dari Gigabyte.


Penjelasan mengenai pabrik Gigabyte berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu, kami pun di pandu untuk memasuki ruang dapur dari pabrik Gigabyte. Seperti apa proses pembuatan motherboard Gigabyte? Simak saja pada artikel kami berikutnya.

Sumber:jagatreview.com
Read more »

Mengintip Dapur Pembuatan Motherboard Gigabyte

Anda sudah membaca artikel Berkunjung ke Pabrik Motherboard Gigabyte? Sebelum membaca artikel yang satu ini, ada baiknya Anda membaca artikel tersebut terlebih dahulu.

Ruang Air Shower, untuk membersihkan para pengunjung dari debu.      
Setelah mendengar penjelasan singkat dari Herbert Fan, para pengunjung dipersilahkan turun dari lantai delapan ke lantai tujuh melalui tangga. Untuk memasuki ruang pembuatan motherboard tersebut, para pengunjung harus terlebih dahulu melewati sebuah ruang Air Shower. Ruang ini ditujukan untuk membersihkan para pengunjung dari debu yang menempel di sekujur tubuh mereka. Walaupun tidak 100% bersih, akan tetapi tindakan ini sangat dibutuhkan.

Mesin yang berwarna kuning merupakan model lama. Mesin yang di depannya merupakan model yang baru.

Hal pertama yang kami lihat adalah banyaknya mesin yang ada di sana. Gigabyte sendiri sekarang telah membeli beberapa mesin baru untuk meningkatkan produktivitas pembuatan motherboard-nya. Mesin yang terlihat di gambar atas ditujukan untuk melapisi board yang masih kosong, seperti sebuah laminating.

Papan yang masih kosong, hanya berisikan gambar saja.  

Papan yang masih kosong dapat Anda lihat melalui gambar di atas. Beginilah bentuk awal dari setiap motherboard Gigabyte. Tidak ada slot dan port yang terpasang di sana.

Proses pelapisan papan.

Setiap papan yang ada dilapisi oleh sebuah pelapis, sampai board tersebut menjadi mengilap. Hal ini membuat board-board tersebut siap untuk dipasangkan komponen. Komponen pertama yang dipasang adalah socket untuk prosesor dan juga chipset seperti southbridge, sound, LAN, dan lain sebagainya, langsung dari mesin. Untuk pemasangan komponen lainnya, para rombongan dipandu untuk turun ke lantai lima.

Pemasangan manual port dan kapasitor. 

Pemasangan slot PCI Express. 

Pemasangan kapasitor, port di bagian backpanel dan slot ekspansi dilakukan secara manual disini. Ya, benar, tidak ada mesin yang memasangkan komponen-komponen tersebut. Uniknya, sepertinya kami menemukan beberapa orang pekerja yang berasal dari negeri sendiri. Entah benar atau tidak, karena mereka tidak diperkenankan berbicara saat bekerja di pabrik.

Penyolderan seluruh komponen motherboard yang telah dipasang.

Setelah komponen tersebut dipasang di tempatnya, kini giliran motherboard tersebut disolder secara keseluruhan dengan sebuah mesin. Pekerjaan tersebut membutuhkan waktu kurang dari satu menit. Tentunya setelah disolder secara otomatis, beberapa pengawas masih harus melihat secara teliti, apakah ada titik yang belum tersolder oleh mesin tersebut sehingga harus disolder secara manual.

Setelah semua disolder, giliran heatsink yang dipasang secara manual.

Setelah semuanya beres, kini giliran pemasangan heatsink. Heatsink tersebut dipasang manual oleh beberapa pekerja. Uniknya, para pekerja tersebut dapat memasang seluruh heatsink dengan waktu kurang 30 detik! Hal ini tentu harus dilakukan dengan sangat teliti. Oleh karena itu, setelah pemasangan heatsink, rekan kerja di sebelahnya akan mengecek apakah heatsink sudah terpasang dengan benar atau belum.

Motherboard secara acak dipilih dan diuji dari error.

Setelah semuanya beres, kini tinggal pengujian motherboard tersebut. Sampel yang diambil adalah sampel acak. Motherboard diuji apakah lolos dari segala error atau tidak. Tentunya, hal ini sangat penting mengingat motherboard tersebut akan dilepas ke pasaran.

Persiapan kotak penjualan. 

 Setelah itu, kami dipandu untuk turun ke lantai dua. Di lantai inilah motherboard-mortherboard tersebut di masukkan ke dalam kotak. Hal pertama yang dapat dilihat adalah sebuah mesin yang merakit karton pipih menjadi sebuah kotak paket penjualan.

Motherboard serta bonus perlengkapan dimasukkan ke dalam kotak secara manual.

Setelah semua karton diubah menjadi kotak penjualan, Motherboard serta bonus perlengkapan dimasukkan ke dalam kotak penjualan secara estafet.

Paket penjualan siap untuk dipakai.

Setelah semuanya selesai, setiap paket penjualan ditumpuk untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam sebuah kotak besar.

Paket penjualan dimasukkan ke dalam dus besar.
Dus diikat secara otomatis.
Setelah paket penjualan dimasukkan ke dalam dus besar, secara otomatis dus tersebut diikat sehingga tidak mudah terbuka.

Motherboard siap dikirim ke distributor.

Setelah diikat, seluruh motherboard tersebut siap dikirim ke distributor-distributor di seluruh dunia. Selesailah Gigabyte Factory Tour pada Computex 2011 tersebut. Bagaimana motherboard tersebut sampai ke tangan Anda dari distributor, tentu bukanlah bagian dari artikel ini.

sumber:Jagatreview.com

Read more »

Banjir Tablet di JCC


Jakarta Convention Center (JCC) seperti dibanjiri Tablet PC di ajang Indonesia Celluler Show 2011yang berlangsung hingga Minggu (12/6/2011) besok. Beragam vendor, mulai yang merek global hingga lokal menawarkan ragam tablet dengan kelebihannya.Untuk yang merek global, pastinya sudah ada iPad dan Samsung Galaxy Tab. Di stand iBox, iPad 32GB yang dijual Rp 5 juta bahkan sudah sold out. Sementara, Samsung Galaxy Tab tampak masih menghiasi beberapa stand.
Di ajang ini pula, Acer memamerkan tablet terbarunya, Iconia Tab A 500. Tablet ini dijejer di depan stand dan pengunjung pun dipersilakan mencoba kehebatannya. Cukup banyak yang tampak antusias mencoba. Desain Iconia Tab A500 tampak lux dengan bagian belakang berwarna kelabu. Dengan ukuran 10,1 inchi, tablet ini memiliki OS Android 3 Honeycomb, kamera 5MP dengan flash, dan kemampuan video recording.
Kelebihan yang banyak dilirik ialah kemampuannya terhubung USB. Tablet ini dibanderol dengan harga Rp 4,29 juta untuk 16 GB dan Rp 5,09 juta untuk 32 GB. Tambahan 3G Router dan 3 bulan paket data unlimited XL hanya 300 ribu selama pameran.
Di jajaran tablet harga miring, ada Nexian, Tabulet, Ivio, serta Huawei. Tabulet bahkan berani menjual Tabulet Mac seharga Rp 1,2 jutaan meski konsumen harus inden dan DP sebab stok di stand sering habis.
Sementara itu, Tabulet juga membawa tablet terbarunya, Troy, yang baru saja diluncurkan minggu ini. Tablet ini memiliki prosesor ARM Cortex-A9 CPU dan selama pameran dibanderol dengan harga Rp 2,3 jutaan.
Ada lagi brand asal Taiwan, Ivio, yang membawa tabletnya, Twilight 7, diklaim sebagai tablet hybrid EVHO/HSPA pertama di dunia. Tablet dengan kamera 3MP dan kapasitas hingga 32GB ini dijual seharga Rp 2,9 jutaan.
Ada juga Nexian Genius yang juga berplatform Android dan dijual seharga Rp 2,4 jutaan serta Huawei Ideos S7 Slim yang nantinya direncanakan dijual seharga Rp 3,3 jutaan.
Bagi yang berminat belanja tablet, ada baiknya berkunjung, mengambil brosur serta melihat spesifikasinya lebih detail. Jika bisa, mencoba tablet yang akan dibeli lebih baik sehingga tahu betul kehandalannya.
Read more »

Thursday, 9 June 2011

Defender Collection, Solusi Aman Penyimpanan Data


Salah satu kekhawatiran utama dalam penyimpanan data adalah keamanan. Hal ini pula yang menjadi perhatian Imation Corporation yang Rabu (8/6/2011) meluncurkan Defender Collection, jajaran perangkat digital penyimpanan data yang bisa menjawab masalah keamanan tersebut.Ada 7 produk Defender Collection yang diluncurkan di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta hari ini, meliputi 4 flash drive, 2 memori eksternal, dan 1 CD. Lain dengan produk biasanya, produk penyimpanan data Defender Collection dirancang untuk memiliki password hardware dan sistem perlindungan lain yang beragam sesuai tipe produknya.
Defender F200 Biometric Flashdrive salah satunya, memiliki biometric identification sekaligus sistem password. Pengguna bisa mengeset password kuat didukung dengan sidik jari sehingga memberi perlindungan ekstra, misalnya harus membuka 2 kunci untuk akses data.
Untuk flashdrive, ada pula Defender F50 Pivot Flash Drive, Defennder 100 Flash Drive dan Defender F150 Flash Drive. Semua anti air, menawarkan autentifikasi password yang kuat, namun belum dilengkapi fingerprint. Meski demikian, semua flash drive itu, termasuk Defender F 200 Biometric Flash Drive, bergaransi 5 tahun.
Sementara, produk harddisk eksternal meliputi Defender H100 External HDD dan Defender H200 Biometric External HDD. Keduanya bergaransi 5 tahun, namun hanya Defender H200 Biometric External HDD yang dilengkapi dengan fingerprint. Produk CD adalah Defender Printable Optical Media yang tersedia dalam CD-R, DVD-R dan BD-R.
Febrian P Budiputra, Corporate Account Manager Imation Indonesia, Febrian P Budiputra menuturkan, produk-produk itu utamanya ditujuan untuk korporat, tapi tak menutup kemungkinkan konsumen untuk memakainya. Bagi korporat, manajemen penggunaan perangkat ini bisa diatur dengan software yang bisa dibeli terpisah.
"Ada software-nya disebut Defender Collection Control Software untuk mengatur. Penggunannya nanti akan diatur oleh administrator di korporat," urai Febrian. Ia menambahkan, administrator juga bisa menentukan waktu kadaluarsa password. "Misal kita bisa berikan akses selama 2 hari. Kita tentukan expiration password-nya. Setelah 2 hari, device enggak bisa diakses lagi," kata Febrian.
Febrian mengatakan, perangkat penyimpanan data ini bisa dipakai di seluruh PC dengan sistem operasi apa saja. Menurutnya, banyak perusahaan di Indonesia yang tertarik dengan perangkat ini, bahkan sudah ada yang menggunakannya. Untuk Defender F200 Biometric Flash Drive, harganya berkisar 25-150 dollar AS sesuai kapasitas. Sementara, untuk harddisk eksternal H200 Biometric External HDD, harganya sekitar 330 dollar AS.

Sumber:kompas.com
Read more »